Jumat, 28 Oktober 2011

Meningkatkan Daya Saing Perusahaan Dengan Inovasi Produk Baru

1. Abstraksi
Produk baru yang sukses dipasar akan meningkatkan keuntungan dan keunggulan competitive untuk suatu perusahaan. Meskipun hampir 50 persen produk baru yang diluncurkan di pasar tiap tahun mengalami kegagalan suatu perusahaan akan terus menggali inovasi-inovasi baru untuk menghasilkan produk yang sukses di pasar (Riset Booz, Allen & Hamilton\'s 1993 tingkat kesuksesan produk baru untuk seluruh industri anata 55 sampai 65 persen). Memang menjadi suatu dilema bagi perusahaan, di satu sisi inovasi produk baru akan meningkatkan daya saing perusahaan namun di sisi lain inovasi beresiko besar dan mahal.
Di persaingan dewasa ini, inovasi merupakan harga mati untuk bisa survive, perkembangan teknologi telekomunikasi yang begitu cepat berdampak pada semakin banyaknya produk-produk baru yang muncul yang tentunya akan lebih murah, lebih fleksible dan lebih mudah dalam mengunakannya.

2. Produk Baru dan Dampak bagi Perusahaan
Pada umumnya produk dalam suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar yaitu barang, jasa serta barang dan jasa. Namun sejalan dengan perkembangan produk saat ini batas antara penyediaan barang dan jasa  semakin tipis. Dapat diambil contoh operator selular saat ini selalu bersaing ketat dalam mengeluarkan produk-produk (kartu pra/pasca bayar) baru, kalau dilihat dari sisi produk akan sangat sulit membedakan apakah produk yang dijual itu kartunya atau pulsanya. Banyak juga dengan produk baru dengan model bundling, dalam hal ini bisa kita contohkan jual HP sekaligus dapat kartu perdana atau sebalinya. Oleh karena itu produk dalam industri telekomunikasi modern harus dilihat sebagai produk multidimensional yaitu yang merupakan gabungan antara barang dan jasa. Seberapa jauh kadar masing-masing dari gabungan tersebut akan sangat bergantung pada jenis produknya.
Dari segi lain, produk telekomunikasi merupakan gabungan dari produk inti dan pendukung. Produk inti dapat berupa barang dan atau jasa, sedangkan produk pendukung dapat juga berupa jasa
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa produk harus dipandang sebagai suatu konsep multidimensional dengan karakteristik :
- mempunyai kemampuan baru yang akan menjadi nilai tambah bagi pelanggan yang belum pernah ada dalam produk-produk sebelumnya.
-mampu menawarkan suatu keuntungan kompetitif yang strategis.
-Produk baru akan menjadi keuntungan kompetitive (Competitive Adventage)
- Produk Baru menjadi investasi sumber pendapatan jangka panjang.
-Produk baru dapat meningkatkan citra perusahaan (Corporate Immage)
-Produk Baru dapat meningkatkan penggunaan infrastruktur
-Produk Baru dapat lebih memacu kerja karyawan bekerja lebih efektif.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Produk Baru
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan produk baru, secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan sbb :
� Organisasi atau Internal Perusahaan
� Industri
� Market
Faktor Internal Perusahaan lebih fokus lagi kepada organisasi yang menangani secara serius pengembangan produk baru yang akan diluncurkan dipasar. Organisasi ini yang akan menjamin bahwa produk baru tersebut secara menyeluruh mempunyai standar kualitas dan dukungan yang baik. Hal-hal utama yang harus dilakukan dalam organisasi ini adalah mengawal proses pengembangan produk sesuai dengan yang telah ditetapkan, menentukan analisa dan forecasting dan membuat keputusan layak-tidaknya suatu produk diluncurkan k2. Produk Baru dan Dampak bagi Perusahaan
Pada umumnya produk dalam suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar yaitu barang, jasa serta barang dan jasa. Namun sejalan dengan perkembangan produk saat ini batas antara penyediaan barang dan jasa  semakin tipis. Dapat diambil contoh operator selular saat ini selalu bersaing ketat dalam mengeluarkan produk-produk (kartu pra/pasca bayar) baru, kalau dilihat dari sisi produk akan sangat sulit membedakan apakah produk yang dijual itu kartunya atau pulsanya. Banyak juga dengan produk baru dengan model bundling, dalam hal ini bisa kita contohkan jual HP sekaligus dapat kartu perdana atau sebalinya. Oleh karena itu produk dalam industri telekomunikasi modern harus dilihat sebagai produk multidimensional yaitu yang merupakan gabungan antara barang dan jasa. Seberapa jauh kadar masing-masing dari gabungan tersebut akan sangat bergantung pada jenis produknya.
Dari segi lain, produk telekomunikasi merupakan gabungan dari produk inti dan pendukung. Produk inti dapat berupa barang dan atau jasa, sedangkan produk pendukung dapat juga berupa jasa
Dari uaraian diatas dapat disimpulkan bahwa produk harus dipandang sebagai suatu konsep multidimensional dengan karakteristik :
- mempunyai kemampuan baru yang akan menjadi nilai tambah bagi pelanggan yang belum pernah ada dalam produk-produk sebelumnya.
-mampu menawarkan suatu keuntungan kompetitif yang strategis.
-Produk baru akan menjadi keuntungan kompetitive (Competitive Adventage)
- Produk Baru menjadi investasi sumber pendapatan jangka panjang.
-Produk baru dapat meningkatkan citra perusahaan (Corporate Immage)
-Produk Baru dapat meningkatkan penggunaan infrastruktur
-Produk Baru dapat lebih memacu kerja karyawan bekerja lebih efektif.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Produk Baru
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan produk baru, secara garis besar faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan sbb :
� Organisasi atau Internal Perusahaan
� Industri
� Market
Faktor Internal Perusahaan lebih fokus lagi kepada organisasi yang menangani secara serius pengembangan produk baru yang akan diluncurkan dipasar. Organisasi ini yang akan menjamin bahwa produk baru tersebut secara menyeluruh mempunyai standar kualitas dan dukungan yang baik. Hal-hal utama yang harus dilakukan dalam organisasi ini adalah mengawal proses pengembangan produk sesuai dengan yang telah ditetapkan, menentukan analisa dan forecasting dan membuat keputusan layak-tidaknya suatu produk diluncurkan ke pasar ke pasar. 


Faktor Industri lebih fokus kepada Supplier dan Kompetitor, supplier akan menjamin ketersediaan produk
dan disisi lain kompetitor juga akan memelukan supplier yang sama. Siapa yang bisa mendapatkan 
supplier lebih baik akan berdampak pada produk di pasar.
Faktor selanjutnya adalah Market, sebagaimana diketaui bahwa market tidak dapat dianggap dalam satu
segment saja dan dampaknya dalam pengembangan produk baru harus pandai-pandai membidik segment 
market yang akan dituju. Termasuk dalam faktor market ini adalah intermediasi seperti media promosi, 
distributor dan agent, bagaimanapun hebatnya suatu produk tanpa distribusi yang memadai dan promosi 
yang memadai akan sulit untuk berhasil di pasar.
4. Mengapa harus ada proses pengembangan ?
Sebenarnya pertanyaan diatas akan bermacam-macam jawabannya, bahkan akan ada yang menjawab 
tidak perlu. Semua itu akan dipengaruhi oleh besar kecilnya perusahaan, produk yang akan 
dihasilkan dan tingkat kompetisi dalam bisnis tersebut. Ambil contoh Pertamina atau PLN 
tidak memerlukan proses serumit Bank atau Perusahaan Telekomunikasi dalam pengembangan produk
baru.Atau perusahaan dalam sekala kecil tidak/belum memerlukan proses pengembangan produk baru.
Hal ini akan sangat jauh berbeda dengan perusahaan telekomunikasi atau bank. Ambil contoh TELKOM
sebagai operator telekomunikasi terbesar di Indonesia yang didalamnya ada banyak divisi dan masing-
masing divisi mempunyai potensi untuk mengembangkan produk baru. Dalam kasus seperti TELKOM ini
 mutlak diperlukan adanya standar proses pengembangan produk baru.
Beberapa keuntungan diterapkannya proses pengembangan produk adalah :
 Ide-ide produk inovatif dapat dikelola dengan baik.
 Resiko dapat dikelola lebih baik. Dengan pendekatan bertahap, proses pengambilan keputusan yang 
terkelola dengan baik, maka berbagai hal yang sensitif terhadap keberhasilan produk dapat teridentifikasi
 lebih
 dini dan memperoleh perhatian yang memadai.
 Menjamin kesuksesan produk baru. Proses yang terdifinisi dengan baik akan meningkatkan 
kemungkinan kesuksesan produk baru.
 Memanfaatkan kekuatan sinergi kekuatan internal perusahaan. Untuk melahirkan produk baru yang 
berhasil di pasaran, fungsi perusahaan tersebut harus didayagunakan dalam suatu sinergi yang konstruktif.
5. Proses Pengembangan Produk Baru
Sebenarnya tidak ada aturan baku dalam proses pengembangan produk baru. Setiap perusahaan 
mempunyai proses sendiri yang dianggap bisa menghasilkan produk yang akan sukses dipasar. Secara 
sequensial proses pengembangan produk baru adalah sbb :

5.1. Pengumpulan Ide Produk (Idea Gathering).
Banyak cara dilakukan oleh perusahaan menjaring ide produk baru, mulai dari diskusi, 
workshop, brainstorming, melalui mekanisme online dan masih banyak lagi media untuk
menyampaikan suatu gagasan atau ide baru. Yang harus diperhatikan oleh suatu 
perusahaan adalah mengelola ide tersebut sehingga tidak lepas begitu saja, karena
banyak sekaliproduk baru yang sukses berasal dari ide-ide yang awalnya dianggap sepele.
Banyak perusahaan membetuk suatu unit khusus yang mengelola ide-ide produk baru. 
Fungsi utamanya adalah mengelola ide-ide produk baru, melakukan assassment awal 
sehingga menjadi suatu ide yang potensial untuk dikembangkan. Dan tidak menutup 
kemungkinan akan ada ide potensial yang siap untuk dikembangkan. Disamping itu unit ini juga akan melakukan dokumentasi ide-ide yang pernah ada yang saat ini belum dianggap potensial untuk dikembangkan, 
bisa saja diwaktu mendatang akan menjadi potensial ide yang layak dikembangkan.
Tahap ini merupakan saringan awal yang menentukan, hal ini mengingat resiko cost 
yang akan keluar dalam proses pengembangan selanjutnya. Jangan sampai suatu ide sudah terlanjur
dikembangkan lebih jauh ternyata ide tersebut tidak layak. Bukan berarti tidak berani
mengambil resiko tetapi proses kehati-hatian dan kritis sangat perlu diterapkan dalam
tahap ini. 
Dalam satu survey,menyebutkan bahwa dari 11 ide produk baru yang matang hanya 3
yang berhasil dikembanagkan, dari tiga yang dikembangkan 
hanya 1-3 yang berhasil diluncurkan dan hanya 1 yang sukses.

5.2. Konsep Development
Inti dari tahap ini adalah melakukan analisa yang detail baik dari sisi teknis maupun bisnis.
Banyak juga yang menyatakan bahwa tahap ini adalah tahap Kajian (analysis) teknis dan Bisnis. Beberapa point besar yang harus dilakukan dalam tahap ini adalah :
 Mengumpulkan Informasi dan Data
 Develop Business Case
 Develop Product and Business Capabilities
 Project Plan
Mengumpulkan informasi dan data sebanyak mungkin yang terkait dengan ide produk 
tersebut baik dari sisi teknis maupun bisnis. Untuk mengumpulkan iformasi dan data ini 
sangat dianjurkan untuk didukung dengan data real dengan cara survey. 
Dan untuk menghasilkan data yang valid dan objective dapat menggunakan jasa
perusahaan-perusahaan yang kompetent.
Data dan informasi dari hasil survey akan menjadi dasar utama untuk membuat Business
Case dan product capabilities.Mulai dari teknologi dan infrastruktur yang akan digunakan,
konfigurasi, lokasi dan jumlah perangkat yang akan digunakan akan menjadi dasar untuk
 menentukan nilai investasi. Sedangkan asumsi target customer, pertumbuhan dan tarif atau 
nilai jual akan menjadi dasar utama menentukan pendapatan. 
Yang perlu diingat dan hati-hati bahwa 75% ketidak berhasilan produk disebabkan
kesalahan dalam market research. 
Parameter yang dipakai dalam Business Case biasanya IRR, NPV dan BEP.
Project Plan juga merupakan output yang sangat penting, sebab ada kalanya keberhasilan suatu produk sangat dipengaruhi oleh moment yang tepat meluncurkan produk di pasar.
Project Plan akan menjadi dasar pengembangan tahap selanjutnya.
5.3. Development
Tahap Development merupakan tahapan yang paling menentukan dan memakan relative 
makan waktu yang lama. Aktivitas utama dalam tahap ini adalah :
 Detail design
 Development produk dan semua pendukung produk (Operation, Maintenance, Administration dan 
Provisioning)
 Test Plan
Development produk merupakan implementasi dari detail design yang telah dibuat. Banyak yang tejebak 
bahwa dalam proses ini hanya fokus pada sisi teksis, padahal di sisi bisnis juga perlu mendapat perhatian
 yang sangat besar. Pengembangan dari sisi bisnis meliputi bisnis proses, organisasi, SDM, strategi
 marketing, distribusi dan masih banyak lagi pendukung produk termasuk tarif.
5.4. Trial dan Launching.
Dalam proses ini akan dicoba segala aspek yang terkait dengan produk, sangat disarankan 
dalam proses ini melibatkan real customer. Hasil dari trial akan menjadi masukkan utama 
untuk memutuskan apakah produk akan launching atau akan dilakukan perbaikan-perbaikan.
Sedangkan tahap peluncuran hal-hal yang menjadi perhatian adalah masalah legal,
 update business plan, pelaksanaan launching dan monitoring paska launching.
5.5. Improve The Product.
Improve the product harus terus menerus dilakukan dimulai dengan mendengarkan masukkan-masukan
 dari customer. Improvement yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadikan produk semakin baik 
atau bahkan menimbulkan ide-ide baru untuk menciptakan produk baru.
6. Kesimpulan
Inovasi/pengembangan produk baru disatu sisi sangat penting bagi perusahaan untuk meningkatkan 
daya saing dan revenue baru namun disisi lain juga berisiko menimbulkan cost yang besar. 
Dalam lingkungan bisnis yang competitive, inovasi produk baru merupakan harga mati yang mau
 tidak mau harus dilakukan agar tetap bisa exist. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi 
pengembangan produk baru adalah organisasi internal perusahaan, industri dan market.
 Dengan proses pengembangan produk yang benar akan mengurangi tingkat kegagalan
 dan cost yang besar, dan dengan proses yang benar diharapkan akan
menghasilkan produk yang sukses di pasar yang ujung-ujungnya dapat menjadi senjata 
perusahaan dalam menghadapi persaingan.
Karno Budiono, Penulis adalah Engineer Lab. Transport Divisi RisTI � PT TELKOM, 
terlibat dalam project Standar Proses Pengembangan Produk/jasa baru TELKOM,
 Evaluasi Produk unggulan
 TELKOM dan beberapa project pengembangan produk baru TELKOM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar